manadosiana.com, MANADO – Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengajukan usulan pagu awal anggaran tahun 2027 sebesar Rp 1,01 triliun (Rp 1.016.625.857.402).
Usulan tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Jahja P. Rondonuwu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Sulut di Gedung DPRD Sulut, Manado.
RDP tersebut dipimpin oleh jajaran pimpinan Komisi IV DPRD Sulut, yakni Ketua Komisi IV Vonny Paat, Wakil Ketua Louis Carl Schramm, serta Sekretaris Priscilla Cindy Wurangian. Turut hadir anggota Komisi IV lainnya, antara lain Julyeta Paula Runtuwene, Haslinda Rotinsulu, Irene Golda Pinontoan, dan Vioneta Kuerah, bersama jajaran pejabat struktural Disdik Sulut.
Jahja menjelaskan, anggaran jumbo tersebut direncanakan untuk membiayai lima program utama, 16 kegiatan, dan 66 subkegiatan pada tahun mendatang.
”Pagu awal tahun 2027 ini diarahkan untuk mendukung program penunjang urusan pemerintahan daerah, pengelolaan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan bahasa dan sastra, hingga pengembangan kurikulum,” ujar Jahja dalam pemaparannya.
Dalam rapat tersebut, Jahja memaparkan postur pelayanan operasional Disdik Sulut yang membawahi satu unit pelaksana teknis (Balai TIK Pendidikan) dan sembilan cabang dinas di wilayah kabupaten/kota.
Saat ini, Pemprov Sulut mengelola sebanyak 467 satuan pendidikan tingkat menengah dan khusus, yang terdiri dari:
SMA: 228 sekolah
SMK: 152 sekolah
SLB: 47 sekolah
Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), total peserta didik di bawah naungan Pemprov Sulut mencapai 100.505 siswa, dengan jumlah pegawai dan tenaga pendidik sebanyak 8.650 orang.
Alokasi anggaran tahun 2027 nantinya difokuskan pada pengadaan alat praktik dan peraga pembelajaran, pembinaan minat dan bakat siswa, pengembangan karier pendidik, hingga pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Selain itu, Disdik Sulut memprioritaskan pemetaan serta penataan distribusi guru lintas kabupaten/kota, penguatan kurikulum muatan lokal, dan pengelolaan administrasi kepegawaian serta aset.
Perkembangan Beasiswa 2026
Tak hanya membahas anggaran 2027, Disdik Sulut juga memberikan laporan pembaharuan terkait realisasi administrasi program beasiswa tahun berjalan (2026) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB.
Jahja menyebutkan bahwa proses pendataan dan verifikasi berkas calon penerima beasiswa masih terus berjalan. Hal ini mencakup verifikasi dokumen usulan dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sulut, termasuk usulan beasiswa untuk peserta didik dari Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
”Koordinasi terus dilakukan dengan pihak-pihak terkait demi memastikan keabsahan data penerima dan kelengkapan berkas administrasi,” tambahnya.
Proses pembahasan bersama Komisi IV DPRD Sulut ini menjadi langkah awal penyelarasan kebutuhan sektor pendidikan dengan prioritas pembangunan daerah, mengingat angka Rp 1,01 triliun yang dipaparkan masih bersifat pagu indikatif awal.






