manadosiana.com, MANADO — Aktivitas di Gedung Cengkih DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sepekan terakhir menunjukkan peningkatan intensitas, baik dalam hal pembenahan internal maupun penguatan fungsi pengawasan di lapangan. Dua agenda penting menjadi sorotan: dimulainya audit internal oleh Inspektorat Daerah serta penegasan komitmen pelayanan publik oleh Komisi I.
Langkah konkret dalam menjaga akuntabilitas keuangan dilakukan oleh Sekretariat DPRD (Setwan) Sulut. Plt. Sekretaris DPRD Sulut, Niklas Silangen, resmi menerima tim Inspektorat Daerah Provinsi Sulut dalam agenda Entry Meeting yang digelar di Kantor DPRD Sulut, Jumat (18/6/2026).
Niklas menjelaskan, entry meeting ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membuka rangkaian audit kinerja, keuangan, dan kepatuhan.
“Kami sudah menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, seperti SPJ, laporan keuangan, data aset, hingga bukti kinerja. Ini komitmen kami dalam menjalankan undang-undang tentang Pemerintahan Daerah secara transparan,” ujar Niklas.
Pertemuan ini bertujuan menyamakan persepsi antara auditor dan Setwan terkait ruang lingkup, metode, sasaran, dan jadwal kerja tim audit demi memastikan tata kelola administrasi yang bersih.
Di sisi lain, fungsi pengawasan eksternal terus digenjot oleh lini komisi. Ketua Komisi I DPRD Sulut, Braien Waworuntu, menyatakan bahwa pihaknya kini berfokus penuh pada peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat provinsi.
Legislator muda asal Dapil Minahasa-Tomohon ini menegaskan, posisi di parlemen bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah untuk mengawal keluhan warga agar masuk dalam kebijakan konkret pemerintah.
“Tugas seorang wakil rakyat bukan hanya hadir di ruang rapat. Lebih dari itu, kami berkewajiban memastikan suara masyarakat benar-benar didengar, diperjuangkan, dan menjadi prioritas dalam pembangunan daerah,” kata Braien.
Melalui agenda reses dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang intensif, Komisi I berkomitmen mengawal program strategis pemerintah agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat di akar rumput secara efisien dan akuntabel.





