MANADO, manadosiana.com – Mantan legislator Sulawesi Utara (Sulut) sekaligus advokat senior, James Karinda, membuat langkah mengejutkan dalam perjalanan politiknya. Setelah sekitar tujuh tahun memilih berada di luar lingkaran partai politik pasca-keluar dari Partai Demokrat, James kini resmi berlabuh ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Bukan tanpa alasan pengacara kondang Sulut ini memilih partai berlambang mawar tersebut. Ada cerita tentang kekaguman mendalam terhadap sosok Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), hingga proses perenungan panjang bersama keluarga dan kaum intelektual.
Bagi James, keputusannya memilih PSI sangat dipengaruhi oleh peta politik nasional, terutama magnet seorang Jokowi. Ia melihat bagaimana kiprah Jokowi dalam membangun bangsa mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat.
”Kita harus jujur, kalau figur Pak Jokowi itu dikeluarkan di semua lini media sosial, respon masyarakat itu sangat cepat. Sekitar 75 sampai 80 persen memberikan support karena kiprah beliau membangun bangsa sangat terasa,” ujar James kepada sejumlah wartawan di sela Rakorwilsus PSI, Jumat 26/6/2026).
Kekaguman itu bertransformasi menjadi keyakinan politik. James menilai, hadirnya ‘gerbong’ Jokowi di PSI akan membawa dampak eksponensial bagi pergerakan partai, termasuk di daerah.
”Itu pasti berdampak. Setelah beliau ada di PSI dan ikut berkonsolidasi di provinsi-provinsi, maka pergerakan partai ini akan semakin terlihat dengan bergabungnya banyak kader bangsa,” lanjutnya optimis.
Langkah James berpindah haluan ke PSI tidak diambil secara impulsif. Sebagai seorang hukum dan mantan anggota DPRD, ia melewati fase ‘bergumul’—meminta pendapat dari berbagai elemen sebelum memantapkan hati.
Ia berdiskusi dengan keluarga, sahabat, hingga meminta pandangan dari para tokoh masyarakat dan kalangan akademisi di Sulawesi Utara.
”Kami minta pendapat ke tokoh-tokoh intelektual di kampus, bagaimana kalau saya bergabung dengan PSI. Responnya positif sekali. Banyak yang mengatakan bahwa langkah itu tepat,” ungkap James.
Selain faktor eksternal, iklim internal PSI Sulut yang dinamis dan inklusif turut menjadi penentu. James memuji keterbukaan Ketua DPW PSI Sulut, Tatong Bara, beserta jajaran pengurus yang dinilainya sangat adil (fair) dan menyambut hangat siapapun yang ingin berkontribusi.
Saat ditanya mengenai target politik pribadinya ke depan, James memilih merendah. Baginya, panggung saat ini adalah panggung kerja keras dan konsolidasi, bukan soal ambisi instan.
”Masih jauh, masih jauh. Torang (kita) konsolidasi dulu karena perjalanannya masih panjang. Biar program-program partai ini semakin meluas diterjemahkan ke masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara,” tutur James menggunakan dialek khas Manado.
Ia berharap, dengan konsolidasi yang matang, PSI tidak lagi sekadar menjadi partai pelengkap, melainkan poros baru yang kuat di Bumi Nyiur Melambaikan.
”Kita berkeyakinan partai ini akan menjadi partai yang juga ikut menentukan kebijakan-kebijakan di Sulawesi Utara nanti ke depan,” pungkasnya.





