manadosiana.net, MANADO – Meningkatnya kasus kriminalitas di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di Kota Manado dalam beberapa waktu terakhir, memicu perhatian serius dari pihak legislatif. Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, meminta aparat keamanan untuk memperketat penjagaan.
Menurut Royke, pencegahan tindak kriminalitas tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Langkah ini merupakan tanggung jawab kolektif yang harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, hingga intervensi pemerintah.
“Semua menjadi tanggung jawab orang terdekat, tanggung jawab pemerintah, dan pada akhirnya juga menjadi tanggung jawab aparat keamanan,” ujar Royke kepada wartawan.
Politikus Partai Demokrat ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak-anak. Berdasarkan evaluasinya, salah satu pemicu utama tindakan kriminal di Manado kerap bermula dari perilaku negatif, seperti penyalahgunaan minuman keras (miras).
Oleh karena itu, legislator dapil Kota Manado ini mendorong pemerintah dan elemen masyarakat untuk memasifkan sosialisasi serta edukasi secara door-to-door, termasuk memanfaatkan ruang publik.
“Perlu ada sosialisasi yang masif untuk mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya dari sisi pergaulan dan menjauhkan mereka dari minuman keras,” tegas Royke. Ia menambahkan, imbauan ini bisa disisipkan melalui rumah-rumah ibadah maupun agenda pemerintah yang melibatkan warga.
Di sisi lain, Royke juga mendesak aparat kepolisian untuk tidak ragu meningkatkan intensitas patroli malam, terutama di wilayah-wilayah yang dinilai rawan atau rawan konflik.
“Ke depan saya berharap aparat lebih giat lagi melakukan patroli hingga ke gang-gang (permukiman) serta melakukan tindakan tegas demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga,” pungkasnya.





