Viral Foto Kepsek di Manado Diduga Plesiran ke Singapura Saat PPDB, Ini Klarifikasinya

manadosiana.com – Foto sejumlah kepala sekolah (kepsek) asal Kota Manado, Sulawesi Utara, di Bandara Changi, Singapura, mendadak viral di media sosial. Unggahan tersebut memicu rumor tak sedap di kalangan netizen, yang menuding para pendidik itu asyik plesiran ke luar negeri di tengah sibuknya proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

​Merespons isu miring tersebut, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Manado, Rahman Manggopa, langsung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa keberadaan dirinya dan rekan-rekan kepsek di Singapura murni karena urusan transit pesawat, bukan untuk berwisata.

Bacaan Lainnya

Rahman Manggopa menjelaskan, mereka sebenarnya sedang dalam perjalanan dinas resmi menuju Kota Medan, Sumatera Utara. Keberangkatan tersebut bertujuan untuk menghadiri rangkaian acara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Kepsek SMPN 1 Manado, Rahman Manggopa.

​Perjalanan dinas ini juga diperkuat dengan Surat Tugas resmi yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado, Bart Assa.

​”Sebelumnya beredar foto kami di Bandara Singapura dan memunculkan anggapan bahwa kami melakukan perjalanan wisata ke luar negeri saat proses SPMB sedang berlangsung. Namun perlu kami jelaskan, keberadaan kami di Bandara Singapura hanya bagian dari transit penerbangan menuju Medan,” ujar Rahman Manggopa saat dihubungi via telepon.

​Alasan Pilih Rute Transit Singapura: Demi Efisiensi Anggaran

​Menurut mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Manado ini, pemilihan rute penerbangan yang melewati Singapura bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil demi efisiensi anggaran daerah dan ketepatan waktu.

​”Rute tersebut dipilih setelah mempertimbangkan efisiensi anggaran perjalanan dinas, serta jadwal penerbangan yang memungkinkan kami tiba tepat waktu di lokasi kegiatan,” jelas Rahman Manggopa.

​Meski demikian, Rahman Manggopa menyadari bahwa foto yang telanjur tersebar di jagat maya itu telah memicu beragam persepsi negatif dan kegaduhan di tengah masyarakat. Mewakili rekan-rekannya, ia pun menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.

​”Kami memahami dokumentasi tersebut dapat memunculkan persepsi yang berbeda. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf apabila menimbulkan kesalahpahaman. Namun kami tegaskan, tujuan perjalanan kami tetap ke Kota Medan sesuai penugasan,” kata Rahman Manggopa.

​Bantah SPMB Kacau akibat Ditinggal Kepsek

​Selain meluruskan soal foto transit, Rahman Manggopa juga menepis tudingan yang menyebut kepergian para kepala sekolah membuat pelaksanaan SPMB atau PPDB di Kota Manado menjadi berantakan.

​Ia memastikan roda manajemen di setiap sekolah tetap beroperasi normal karena sistem delegasi tugas sudah diatur dengan matang sebelum keberangkatan.

​”Selama menjalankan tugas dinas, kewenangan kepala sekolah telah didelegasikan kepada pejabat yang ditunjuk sesuai ketentuan. Sementara seluruh tahapan SPMB tetap dijalankan oleh panitia sekolah, operator, verifikator, serta tim yang telah dibentuk,” terangnya.

​Terkait beberapa kendala teknis yang sempat muncul dalam pelaksanaan SPMB, Rahman Manggopa meluruskan bahwa hal itu dipicu oleh masa transisi penggunaan sistem baru, yaitu aplikasi ‘Teman Baru’.

​Sistem anyar ini justru sengaja diterapkan Pemkot Manado untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan objektivitas penerimaan siswa baru, sekaligus memotong celah adanya intervensi dari luar.

​”Anggapan (SPMB kacau) ini tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan. Justru penyelenggaraan SPMB tahun ini menerapkan aplikasi Teman Baru untuk meningkatkan objektivitas,” sebut Rahman Manggopa.

​Ia tidak menampik adanya riak teknis di tahap awal peluncuran aplikasi. Namun, pihak Dinas Pendidikan bersama tim pengembang langsung bergerak cepat melakukan evaluasi berkala. Sebagai langkah antisipasi, tiap sekolah juga telah menyiagakan posko bantuan (help desk) untuk mendampingi para orang tua murid yang kesulitan.

​”Seluruh sekolah tetap membuka layanan help desk dan pendampingan bagi orang tua maupun calon peserta didik baru selama proses pendaftaran berlangsung, agar setiap kendala dapat segera ditangani,” pungkas Rahman Manggopa.

Pos terkait