Soroti Ancaman Kemarau dan Anggaran Alsintan, Komisi II DPRD Sulut Evaluasi Distanak

MANADO, manadosiana.com – Ancaman kekeringan akibat cuaca panas berkepanjangan di Sulawesi Utara mendapat perhatian serius dari Komisi II DPRD Sulut. Sekretaris Komisi II, Dhea Lumenta, mengimbau Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut menyiapkan strategi penanganan agar tidak memicu gagal panen dan lonjakan harga pangan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulut, Senin (26/10/2026), Dhea menyarankankan pendataan berbasis kondisi lapangan serta percepatan penyaluran bantuan benih strategis seperti cabai dan jagung. Langkah ini dinilai vital untuk menjaga ketersediaan pangan daerah.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, Dhea menyoroti efisiensi alokasi anggaran alsintan pada Distanak Sulut. Salah satu poin kritis yang diangkat adalah belanja 446 unit mesin pangkas rumput sebesar Rp1,3 miliar. menurutnya, prioritas belanja sebaiknya digeser ke alokasi alat penanam dan perontok jagung yang bersentuhan langsung dengan produktivitas utama petani.

“Evaluasi alokasi anggaran penting untuk memastikan efisiensi kerja petani. Belanja alat pertanian harus benar-benar menjawab kebutuhan mayoritas di lapangan,” kata Dhea.

Ia juga mendorong Distanak memperjelas skema dan persyaratan pengajuan bantuan bagi petani perseorangan agar akses dukungan pemerintah dapat menjangkau penerima yang lebih luas secara transparan.

Pos terkait