Ini Penjelasan Unsrat Soal Kedatangan KPK

Manadosiana.com, MANADO– Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Prof Ellen Kumaat tak menampik kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lembaga pendidikan yang dipimpinnya tersebut.

Kepada wartawan, Kumaat walaupun singkat menjelaskan jika kedatangan KPK tersebut menindaklanjuti hasil temuan BPK. Namun, dirinya menampik jika dirinya diperiksa dan diberondong pertanyaan oleh para penyidik KPK tersebut.

“itu pemeriksaan laporan hasil BPK. Hanya pemeriksaan dokumen berkas-berkas. Tidak ada pertanyaan,” kata Kumaat yang langsung meninggalkan para wartawan.

Sementara, Juru Bicara Unsrat, Hesky Kolibu menyebutkan jika kedatangan KPK benar untuk menindaklanjuti laporan hasil temuan BPK yang dilaporkan oleh beberapa oknum ke KPK.

“KPK melakukan pemeriksaan dalam artian memverifikasi laporan yang disampaikan ke mereka. Kami Unsrat welcome saja karena memang itulah tugas KPK, ketika ada laporan yang masuk, tentunya mereka harus tindaki untuk diketahui apakah benar atau tidak laporannya,” kata Kolibu.

Kolibu sendiri menyebutkan jika terkait dengan hasil temuan BPK, hal tersebut sudah dijelaskan, dimana BPK menganggap jika ada beberapa pembayaran honorer di lingkup Unsrat yang tidak sesuai, sehingga harus dikembalikan ke kas negara.

“Ada beberapa item, seperti saat kita buat panitia pelaksana program yang kepanitian itu adalah dosen. Nah, oleh BPK, honor yang diberikan kepada panitia pelaksana program itu tidak diperbolehkan. Disitu akhirnya oleh BPK diisuruh kembalikan. Jadilah temuan itu sebagai TGR,” kata Kolibu.

“Padahal dalam DIPA yang disusun ada honor untuk kepanitian. Tetapi oleh BPK dianggap tidak boleh, ya harus TGR.”

Kolibu sendiri menyebutkan jika sebenarnya sudah banyak dosen yang menerima hal tersebut dan mengembalikan kelebihan bayar tersebut.

“Unsrat sendiri hingga saat ini masih terus memberikan penjelasan mengenai kondisi temuan BPK tersebut, karena secara kelembagaan, pembayaran honor yang dianggap salah oleh BPK, mempunyai dasar dan telah diatur dalam DIPA Unsrat,” kata Kolibu kembali.

Sekadar diinformasikan, hasil temuan BPK menyebutkan ada sekira Rp10 milliar lebih dana yang harus diganti rugi oleh sekira 2000an dosen dan tenaga pegawai di lingkup Unsrat Manado.

(nani)

Share This Post