Menpora Minta Maaf Terkait Kisruh Sepakbola Nasional

Manadosiana.com, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, tampaknya menyadari betul saat ini sepakbola Indonesia sedang diliputi berbagai masalah. Itu juga tidak terlepas dari adanya konflik antara Kemenpora dan PSSI.

Konflik itu sendiri berujung pada sanksi suspensi FIFA per 30 Mei 2015. Sanksi tersebut membuat Indonesia dikucilkan di level internasional. Maka itu, dia meminta semua pihak bersabar, lantaran dirinya ingin membenahi sepakbola Indonesia secara total.

“Saya mohon maaf tentang kondisi sepakbola Indonesia kepada pemain, pelatih, hingga suporter. Kami masih terus membenahi sepakbola, niscaya paling lambat Februari masalah ini akan selesai,” ucap Imam, saat menghadiri latihan tim SSB Banteng Muda di kota Batu, Malang, Kamis (8/10).

“Saat ini yang kami dorong adalah kompetisi seluas-luasnya, dan sepakbola di daerah kembali bergairah dengan banyaknya pertandingan usia dini,” lanjutnya.

Dan salah satu yang didukung penuh oleh Kemenpora adalah, ajang Aqua Danone Nations Cup (DNC) 2015. Imam pun senang dengan komitmen Aqua Danone dalam memberikan wadah kepada para pesepakbola muda Indonesia untuk berlaga di pentas internasional sejak 2005.

“Pemerintah memberikan dukungan, kepada Aqua Danone atas kontribusinya kepada sepakbola usia dini. Adanya festival Aqua Danone ini memberikan harapan kepada anak-anak Indonesia yang tengah bermimpi menjadi pemain sepakbola,” urai politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa ini.

“Mungkin tahun depan kami akan memberikan kesempatan kepada Aqua untuk menjadi operator kompetisi usia dini 10-14 tahun,” tambahnya.

Sementara itu, SSB Banteng Muda berhasil menjadi juara nasional Aqua DNC 2015 akan mewakili Indonesia pada putaran final dunia di Maroko. Ini menjadi partisipasi kedua Banteng Muda di final dunia. Sebelumnya, mereka juga pernah lolos ke final dunia pada 2010. Ketika itu, Banteng Muda mencapai peringkat ke-15.

Di Maroko nanti, tim Indonesia sudah dipastikan berada di grup G bersama Kanada, Rumania, dan Tiongkok. Selama perhelatan Aqua DNC, prestasi terbaik Indonesia adalah mendapatkan ranking keempat atas nama SSB MFS Makassar pada 2006.

(gc/23)

Share This Post