Setelah Menangkan Jokowi-Ma’aruf Amin 90 Persen Lebih, Wanita Petarung Dambaan Warga Talaud di Tangkap KPK

Manadosiana.com, MANADO – Petarung dan bernyali besar, kata ini layak diberikan buat Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip (SWM), wanita cantik dambaan warga Nusa Utara ini pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 sukses memenangkan pasangan Capres/Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Amin Ma’ruf dengan presentase mencapai 90% di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Selasa (30/04/2019) Sekitar pukul 11:20 Wita, dijemput oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI) di Kantor Bupati Talaud.

SWM diduga menerima suap proyek atau pengadaan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Talaud pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019.

“Benar. Ibu Bupati benar-benar berjuang untuk kemenangan pasangan Capres/Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Suara nomor urut 01 menang mutlak hingga 90% lebih di Talaud. Kalau hari ini beliau di jemput KPK dari kantornya, itu juga benar. Saya sebagai Wakil Ketua 1 DPC Hanura Talaud sudah berkoordinasi dengan DPP melalui Ketua Bidang OKK, Benny Ramdhani. Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. DPP Hanura akan melakukan pendampingan karena beliau adalah kader dan juga Ketua DPC Hanura Kabupaten Talaud. Perlu di catat, beliau bukan di OTT (Operasi Tangkap Tangan),” ujar Jim Tindi, di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sam Ratulangi Manado, Selasa (30/04/2019) siang.

Pantauan manadosiana.com, website KPU, berdasarkan data terbaru pukul 17.45.05 Wita dengan data yang masuk 93,9 persen di Kabupaten Kepulauan Talaud, perolehan suara pasangan Capres/Cawapres nomor urut 01 mencapai 91,05%. Sedangkan suara Capres/Cawapres nomor urut 02 hanya 8,95%.

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, tim penindakan KPK memang sedang bergerak di Manado dan Talaud, sejak pagi tadi.

“Kami konfirmasi, ada tim penindakan KPK yang ditugaskan ke Manado dan Talaud pagi ini. KPK mengamankan dua orang dari daerah tersebut termasuk unsur kepala daerah. Mereka sedang dalam perjalanan ke kantor KPK di Jakarta,” kata Laode dalam keterangan tertulis, Selasa (30/04/2019).

Menurut Laode, tim KPK juga bergerak di wilayah Jakarta sejak Senin (29/4/2019) malam. Tim mengamankan empat orang pihak swasta dan telah dibawa ke KPK.

“Diduga telah terjadi transaksi terkait pengadaan atau proyek di Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud,” kata dia.

Laode mengungkapkan, diduga ada pemberian hadiah berupa tas, jam dan perhiasan berlian senilai ratusan juta rupiah.

“KPK diberikan waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan tersebut. Perkembangan proses ini lebih lanjut akan disampaikan pada konferensi pers di KPK,” kata Laode.

Sementara itu, sumber terpercaya Portal Sulut di bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mengungkapkan dikarenakan padatnya penumpang Manado-Jakarta, tim KPK-RI harus membagi dua penerbangan.

“2 orang naik Garuda Indonesia dan sisanya menumpang pesawat Batik Air,” ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (30/04/2018).

Ada 4 orang tim KPK yang mendampingi Ibu Bupati di ruang tunggu, tambah sumber.

Pantauan manadosiana.com, di monitor jadwal penerbangan di bandara, tercatat ada penerbangan Garuda Indonesia GA 601 pada pukul 16:15 Wita, penerbangan Batik Air ID 6281 pada pukul 17:35 Wita dan Batik Air ID 6275 pada pukul 19:40 Wita yang menuju Jakarta.(eboy)

Share This Post