Legislator Sulut ‘Pulang Kampung’, Demo Buruh Diterima Staf Sekretariat

Manadosiana.com, MANADO– Ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Senin 30 April 2018 pagi hingga sore menggelar aksi demo damai di beberapa titik. Salah satunya di halaman Gedung dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Romel Sondakh menyebutkan jika selama ini, buruh masih menjadi kaum termarjinalkan oleh sistem kapitalis, yang mengambil keuntungan sangat besar dari hasil kerja keras para buruh.

“Sementara upah yang diterima oleh buruh begitu sangat kecil dari hasil yang didapatkan. Inilah perjuangan kami untuk meminta keadilan,” kata Sondakh.

Namun, para buruh ini tak diterima oleh para anggota DPRD Provinsi Sulut dan hanya diterima oleh Staf Sekretariat. Sontak hal ini membuat para buruh gusar dan menyayangkan hal tersebut.

“Hebat, hebat dan sangat luar biasa, bayangkan, aparat Kepolisian warga negara Indonesia, wartawan, kami kaum buruh, hari ini masih melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami sebagai abdi negara. Tapi ketika kami datang ke Gedung Dewan ini untuk menyampaikan aspirasi, ternyata kawan-kawan, gedung besar, mewah ini tanpa penghuni. Sampai bertemu di tahun 2019,” teriak orator.

Sementara, Sekretaris DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu kepada manadosiana.com menjelaskan jika para anggota DPRD Provinsi Sulut bukan tidak mau menerima para buruh dalam aksi jelang May Day tersebut.

Menurut Mononutu, terhitung Senin 30 April 2018 hingga 12 Mei 2018, para Legislator sedang menggelar Reses di masing-masing daerah pemilihan.

“Jadi, dari tanggal 30 April 2018 sampai 12 Mei 2018, seluruh Anggota DPRD Sulut mulai menggelar Reses untuk menerima aspirasi masyarakat,” ungkap Mononutu.

(FeKo)

Share This Post