Warna Warni Lorong Sungai Moyondok, Sambut Piala Dunia 2018

Suasana kampung piala dunia di Lorong Moyondok Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan 4, Kecamatan Wanea, Kota Manado

Manadosiana.com, MANADO- Cara unik warga Lorong Sungai Moyondok, Kelurahan Tanjung Batu Lingkungan 4, Kecamatan Wanea, Kota Manado dalam menyemarkan Piala Dunia 2018 pantas diapresiasi. Bagaimana tidak, kompleks yang dihuni kurang lebih 50 Kepala Keluarga (KK) mengecet warna-warni lorong tersebut lengkap dengan nuansa 32 peserta Piala Dunia.

Dodi Barasongka, warga setempat mengatakan, awalnya untuk menunjang program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terlebih khusus pemerintah Kota (Pemkot) Manado di sektor Pariwisata, jadi warga mempercantik lingkungan untuk membuat menarik dengan mengecat lorong menjadi warna warni.

“Melihat perkembangan usai pengecetan tahap pertama, muncul ide-ide dari warga untuk meramaikan event piala dunia 2018, dengan adanya salah satu statsiun tv mengadakan lomba. Munculnya ide untuk mengikuti lomba kampung piala dunia. Maka jadilh seperti ini, dukungan dan antusian masyarakat kompleks sangat luar biasa menyambut ini,” ungkap Dodi yang merupakan penggagas ide cerdas tersebut.

Sumber dananya, lanjut suami terkasih dari Youla Mokale ini mengatakan, diambil dari partisipasi masyarakat setempat.

“Dana sumbangsih dari masyarakat kompleks, kurang lebih 25 KK, ada yang menyumbang cet, gula, kopi, uang dan tenaga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dodi mengatakan, untuk total yang telah habis, menurutnya sampai saat ini sudah 30 kaleng cat.

“Diperkirakan, masih membutuhkan 20 kaleng cat lagi untuk menyelesaikan beberapa pengecetan,” katanya.

Dikatakannya juga, setelah menghias dengan nuansa piala dunia, akan melanjutkan mendekorasi untuk menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Manado, Asean Games HUT Republik Indonesia

“Untuk mendukung pemerintah dalam ajang Sea Games. Maka kami akan mendekorasi kompleks ini dengan mengecat bendera bendera peserta asean games Jakarta-Palembang. Dilanjutkan lagi pada bulan Oktober yang merupakan bulan pengucapan syukur dari Jemaat Bukit Moria Rike (BUMORIK), Hari Natal dan jelang Tahun Baru, kami akan merubah kembali kompleks ini untuk mendekorasi sesuai suasana perayaan,” pungkasnya.

(eboy)

Share This Post