Reses Richard Sualang di Malalayang II, Berbagai Persoalan Dikeluhkan Masyarakat

Reses Richard Sualang di Malalayang II, tepatnya terminal Malalayang

Manadosiana.com, MANADO – Wakil Ketua DPRD Kota Manado, Richard Sualang menggelar masa reses I 2019 di  kecamatan Malalayang, Kelurahan Malalayang II, Senin (4/3/2019).

Dalam agenda menyerap aspirasi, berbagai persoalan pun dikeluhkan warga kepada politisi PDI-P dapil Sario Malalayang. Adapun yang menjadi inti keluhan warga, terkait kurangnya lampu jalan, lampu terminal, lahan pekuburan, keamanan, dan penyakit DBD yang menyerang masyarakat.

Mendengar keluhan warga, Richard Sualang pun mengakui persoalan kurangnya lahan pekuburan masih menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah Kota Manado.

Alasannya, pemerintah terkendala masalah pembelian tanah yang akan dijadikan lahan pekuburan. Dirinya pun menambahkan hal itu menjadi tugasnya untuk mendorong kebijakan tersebut. Supaya masyarakat bisa mendapatkan tanah pekuburan.

Sementara, Richard sapaan akrabnya menjelaskan, jika masyarakat Malalayang II ingin menjadikan daerah pesisir pantai sebagai kawasan wisata, dirinya mengaku siap untuk mengawal dan memperjuangkannya.

Walau beberapa waktu lalu, bank mandiri telah memberikan bantuan berupa kios tak permanen, termasuk pemerintah juga sempat merencanakan akan dijadikan daerah pasir putih, tetapi itu semua belum bisa menjamin.

Padahal tinggal pesisir pantai Malalayang yang tersisa di Manado. Termasuk gratis untuk dikunjungi. Berbeda dengan yang di mangga tasik harus bayar. Apalagi kawasan Megamas.

Sedangkan soal keamanan menurutnya sudah harus diselesaikan. Untuk lampu sendiri dirinya akan menyampaikan ke pihak terkait. Apalagi lampu tersebut penganggarannya diambil dari pajak. Jadi jelas masyarakat yang bayar.

“Kalau kerukunan memang wajib kita jaga. Di terminal sini merupakan tempat pertemuan, mulai dari Bolmong, Gorontalo dan Sanger. Jadi interaksi ini harus kita jaga sebagai simbol kerukunan kita. Buktinya hampir semua DPRD di Indonesia studi banding di Manado terkait kerukunan,” kata Richard Sualang sambil menambahkan penanganan DBD terutama proses 3 M yang harus terus dilakukan.

(Delfi Topah)

Share This Post