Hore… DPRD Manado Naik Gaji dan Tunjangan

Manadosiana.com, MANADO– DPRD Kota Manado, Senin 31 Juli 2017 mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dalam rapat paripurna yang dihadiri oleh Wakil Walikota Manado Mor D Bastiaan, sekira pukul 22.00 WITA.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Manado Danny RWF Sondakh ini, laporan Pansus Ranperda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dibacakan oleh Raynaldo Heydemans dan langsung disetujui bersama oleh seluruh Fraksi di DPRD Manado.

Rapat ini sendiri berlangsung cukup cepat karena tidak sampai 1 jam sebelum kemudian disahkan dan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman.

Lalu apa yang menjadi urgenitas Ranperda yang hanya dibahas tak sampai sepekan tersebut? Dalam Perda ini sendiri ternyata ada klausul terkait dengan kenaikan gaji dan tunjangan para anggota DPRD sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2017.

Dalam aturan tersebut, kenaikan gaji para anggota DPRD Kota Manado bisa menyentuh angka Rp40 juta per bulan atau naik seratus persen dari gaji yang diterima mereka saat ini.

Sebelumnya, Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono mengatakan jenis dan nominal tunjangan bagi anggota DPRD bertambah

“Yang paling ada perubahan adalah tunjangan alat kelengkapan. Ini juga ada perubahan. Ada juga sistem penanggungjawaban biaya operasional Dewan itu dulu kan at cost, sekarang 20% at cost. Jadi sekarang lebih nyaman,” ucap Sumarsono beberapa waktu lalu.

Fasilitas bagi anggota DPRD juga ditambah, dari rumah jabatan, rumah dinas, hingga kendaraan dinas. Bahkan bila pimpinan DPRD tidak memakai kendaraan dinas, mereka akan mendapat uang transportasi.

“Jadi banyak sekali fasilitas-fasilitas baru yang kemudian diberikan kepada mereka. Yang jelas untuk operasional yang mereka impikan 80% itu istilahnya dilumsum,” ucapnya.

Kini, anggota DPRD juga mendapat tunjangan komunikasi. Sumarsono menyebut tunjangan komunikasi bagi anggota DPRD dibagi menjadi 3 kategori. Kategori tinggi mendapat tunjangan komunikasi 7 kali uang representasi, kategori sedang mendapat 6 kali uang representasi, dan kategori rendah mendapat 5 kali uang representasi.

“Jadi yang kenaikan tunjangan komunikasi dan pola penanganan biaya perjalanan dengan lumsum 80% itu yang paling terlihat,” ucap Sumarsono.

(23/detik)

Share This Post