DPRD Manado Minta Ada Sanksi Untuk Kepala Bandara Samratulangi

Manadosiana.com, MANADO– Insiden penutupan aktivitas penerbangan di Bandar Udara Sam Ratulangi selama 5 jam, Kamis 22 Maret 2018 pekan lalu, yang disebabkanlampu landasan pacu rusak, ditanggapi serius DPRD Kota Manado.

Sonny Lela

Menurut mereka, harus ada sanksi berat untuk manajemen pengelola dimana Kepala Bandara Samratulangi harus mendapatkan sanksi tegas karena kelalaian mereka, sehingga banyak aspek terutama para penumpang yang dirugikan.

“General Manager itu perlu dievaluasi ulang kinerjanya. Itu bagaimana cara kerjanya memimpin Bandar Udara Sam Ratulangi. Apalagi ketidakpastian ini mencapai lebih dari 5 jam dan tentunya kerugian yang ditimbulkan sangat besar untuk penumpang,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Manado, Sonny Lela.

Lela juga menyesalkan kurang profesionalnya pengelola Bandara Samratulangi saat ini, yang justru berdampak luas dimana nama baik Kota Manado menjadi rusak, mengingat salah satu penerbangan yang ditunda adalah penerbangan internasional yang berisi 154 wisatawan asal Tiongkok yang hendak pulang ke Shanghai.

“Ini benar-benar perseden buruk untuk wisata di Manado. Benar-benar harus ada evaluasi karena kinerjanya yang tidak baik,” tutur Lela.

Senada diungkapkan, Christania Vicolina Pusung, personil Komisi B bidang Perekonomian. Menurutnya, General Manager Bandar Udara Sam Ratulangi harus bertanggung jawab penuh atas kepanikan yang terjadi.

Dikatakan Pusung, ada perputaran ekonomi yang terganggu karena kelalaian yang terjadi. Apalagi persoalan yang terjadi bukan karena faktor alam, tetapi murni kelalaian pengoperasian.

“Mungkin kalau faktor alam ya itu tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi ini kan kesalahan sendiri yang ternyata tidak ada antisipasi hingga akhirnya ada beberapa penerbangan yang gagal,” tutur Pusung kembali.

Pihak Bandar Udara Sam Ratulangi sendiri enggan memberikan tanggapan terkait dengan sorotan dari lembaga DPRD tersebut.

Namun dalam rilis yang diterima manadosiana.com, diakui jika General Manager Bandar Udara Sam Ratulangi Minggus ET Gandeguai, lewat sistem siaran informasi di Bandara telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka terkait dengan persoalan yang menyebabkan aktivitas Bandara ditutup hingga 5 jam tersebut.

“Saya selaku General Manager Bandara Sam Ratulangi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyaman para penumpang pada malam hari ini yang diakibatkan peralatan listrik kami mengalami gangguan,” ujar Minggus seperti dikutip dalam rilis.

Sekadar diinformasikan, akibat lampu landasan pacu yang mati, 9 aktivitas penerbangan terganggu. Masing-masing 4 penerbangan dari Bandar Udara Sam Ratulangi Manado mengalami penundaan, 2 penerbangan harus kembali ke bandara asal dan 3 penerbangan menuju Manado harus dialihkan ke Bandara terdekat seperti Balikpapan, Ternate dan Makassar.

(nani)

Share This Post