Terapis di Manado Ikut Uji Kompetensi LSP SPA Nasional

Pembukaan Pelatihan Terapis SPA di Kota Manado

Manadosiana.com, MANADO- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SPA Nasional melaksanakan Uji Kompetensi bagi 50 pekerja profesi Terapis SPA yang menyebar di Kota Manado dan sekitarnya, Senin (17/9/2018).

Kegiatan sertifikasi kompetensi SPA yang dilaksanakan di Meily SPA, Jalan Ahmad Yani No. 41, Sario ini, difasilitasi oleh Kementrian Pariwisata Asdep Pengembangan SDM Pariwisata, dimana kegiatan ini dilaksanakan oleh LSP SPA Nasional yang diketuai oleh Ibu Annie Savitri SE, PgD IA, Dipl Cidesco.

“Untuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2018 ini, jumlah peserta yang mengikuti Uji Kmpetensi ada 50 orang. Sedangkan asesor yang bertugas kali ini adalah, Susanti Syamsudin, Sri Ida Mulyani, drg. Hermiati Atas Purwandari Dan Fransisca Sari sebagai Pelaksana Acara hari ini,” ujar Ketua LSP SPA Nasional, Annie Savitri.

Lanjut Annie, saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa daya saing industri pariwisata ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang didasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia. Tujuan diadakannya kegiatan Uji Kompetensi Terapis SPA ini adalah untuk memberikan pengakuan atas kompetensi profesi yang dimiliki tenaga kerja SPA, meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Terapis SPA.

“Agar mereka memahami pentingnya profesionalisme dan legalitas, serta dalam rangka berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) agar siap bersaing dengan tenaga kerja asing,” ungkapnya.

Lebih lanjut Annie mengatakan, Uji Kompetensi ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan antara lain, proses pendaftaran peserta, proses verifikasi berkas, proses asesmen mandiri yang disebut proses Pra Asesmen dan dilakukan beberapa hari sebelum hari pengujian.

“Jika sudah lolos dari proses Pra Asesmen, maka dilanjutkan ke proses Asesmen yakni proses pengumpulan bukti yang dilakukan dengan metode tes tulis dan metode demontrasi praktek,” tuturnya.

Dikatakannya juga, pada proses Asesment ini, diwajibkan untuk Terapis SPA yang mengikuti proses Uji Kompetensi mengikuti instruksi yang diberikan oleh para asesor sehingga cukup bukti yang terkumpul untuk dapat merekomendasikan “Kompeten”, dimana kompetensi digali dari pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja seseorang.

Nantinya peserta yang sudah direkomendasikan “Kompeten” dapat terus memelihara dan mengembangkan kompetensinya. Ibarat SIM (Surat Ijin Mengemudi), sertifikat kompetensi Terapis SPA ini masa berlakunya 3 (tiga) tahun. Setelah itu harus diperpanjang lagi. Untuk memperpanjang sertifikat kompetensi, bisa dilakukan secara mandiri, tanpa menunggu dana subsidi Pemerintah.

“Biaya sertifikasi okupasi ini tidaklah murah, maka hendaknya fasilitas subsidi dari Pemerintah ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Terapis SPA yang berkesempatan mengikuti Uji Kompetensi bidang SPA kali ini,” ujarnya.

Untuk itu, Annie berpesan untuk Terapis SPA terapis yang berada di Sulawesi Utara agar ikut melestarikan budaya dan tradisi perawatan.

“Sehingga membawanya dunia internasional seperti layaknya Pijat Jawa, Pijat Bali, Lulur Jawa dan Boreh Bali. Yang selanjutya Terapis SPA di Indonesia diharapkan meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi ini,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Lenda Pelealu melalui Kepala Seksi Pengawasan Standarisasi dan Sertifikasi pariwisata, Syenni Watae mengatakan, mendukung penuh kegiatan sertifikasi kompetensi SPA yang di lakukan Kementrian Pariwisata Asdep Pengembangan SDM Pariwisata melalui LSP SPA Nasional mendukung penuh kegiatan

“Sangat bagus sekali, karena dengan adanya kegiatan ini, sangat membatu para karyawan di bidang SPA” pungkasnya.

(eboy)

Share This Post