Rubella Masih Mengancam, Vaksinasi di Sulawesi Utara Belum Maksimal

Ilustrasi Ibu Hamil dan Rubella

Manadosiana.com, MANADO– Measles Rubella memang masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Namun, jika bicara soal campak, semua pasti mengetahuinya. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak.

Belakangan, Rubella atau campak Jerman mulai mengkhawatirkan karena memberikan dampak yang besar untuk anak-anak, seperti kebutaan, tuli dan juga cacat.

Pemerintah Indonesia kemudian mengharuskan pelaksanaan vaksin measles rubella di seluruh Indonesia. Dilakukan bertahap, wilayah Indonesia Timur termasuk Sulawesi Utara dilaksanakan Agustus hingga September 2018.

Sayangnya, upaya pemerintah untuk menyelamatkan generasi muda, mulai mendapatkan hambatan dengan berbagai isu mulai dari kehalalan vaksin MR yang diberikan, hingga adanya isu hoax tentang bahaya vaksin MR yang bisa membunuh anak-anak.

Sulawesi Utara sendiri, ternyata belum maksimal dalam pelaksanaan vaksin MR ini. Data yang diperoleh manadosiana.com dari salah satu dokter WHO yang bekerja di wilayah Sulawesi Utara, memperlihatkan jika per 26 September 2018, jumlah anak yang di vaksin MR baru 80 persen secara keseluruhan.

Beberapa daerah yang paling tidak maksimal di Sulawesi Utara, berada di wilayah Bolaang Mongondow Raya, dengan Kota Kotamobagu sebagai daerah yang paling sedikit persentase jumlah anak yang divaksin.

Data menyebutkan, jika Kota Kotamobagu baru mencapai 66 persen saja, dengan jumlah anak terdaftar 30.532 dengan yang divaksin baru 20.173 anak saja. Wilayah Kabupaten Talaud juga tidak terlalu baik pelaksanaan vaksin rubella ini. Hanya sebanyak 16.415 anak yang di vaksin dari total anak sebanyak 22.725 yang terdaftar dengan jumlah persentase 72,23 persen. Kota Bitung sendiri baru 72,54 persen anak yang tervaksin.

Ilustrasi Vaksin

Sementara, Kota Manado dengan jumlah anak terdaftar paling banyak yakni 94.929 orang, juga belum maksimal karena baru 72.760 anak yang di vaksin atau jumlah persentase hanya 76.65 persen.

Kabupaten Sitaro sendiri menjadi yang terbaik. Walaupun jumlah anak terdaftar paling sedikit yakni 14.203, tetapi angka persentase 96,72 persen sudah cukup membuat Kabupaten ini mendapatkan ganjaran penghargaan dari pemerintah pusat.

Sekadar diinformasikan, vaksin measles dan rubellla sendiri memiliki harga Rp150 hingga Rp400 ribu per satu vaksin tergantung dari rumah sakit atau jasa dokter yang melakukan. Untuk Kota Manado sendiri, data yang dihimpun, untuk mendapatkan vaksin untuk 2 jenis penyakit ini bisa mencapai Rp1 juta.

(tim manadosiana)

Share This Post