Ternyata Rencana Pembakaran Gereja Sudah Beredar via SMS

Manadosiana.com, NAD – Koordinator Komisi Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh Hendra Saputra mengaku mendapatkan sebaran pesan singkat (SMS) mengenai aksi masa sebelum bentrokan di Aceh Singkil Terjadi. Dia pun menyayangkan lambannya antisipasi dari penegak hukum.

“Sebenarnya sudah ada penyebaran SMS kepada masyarakat terkait aksi yang akan dilakukan, tetapi pemerintah dan kepolisian tidak melakukan apapun untuk meredam kerusuhan itu,” kata Hendra, berdasarkan keterangan yang diterima CNN Indonesia, dikutip Rabu (14/10).

Hendra mengatakan Pemerintah Aceh harus melakukan upaya dialog dan menyentuh akar persoalan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Dia juga menambahkan dalam proses penegakan hukum seluruh aparat kepolisian dan semua pihak yang terlibat dalam perkara ini agar tidak melakukan hal-hal yang dapat memancing kerusuhan dan memperkeruh suasana.

“Aparat kepolisian dan TNI dapat memberikan perlindungan bagi kedua belah pihak yang berkonflik sehingga mencegah terjadinya konflik susulan yang berpotensi terjadi,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Mustiqal Syah Putra yang menyatakan proses penegakan hukum yang adil dan bermartabat harus dilakukan. Selain itu, Mustiqal meminta aparat kepolisian mengungkapkan aktor intelektual dibelakang kerusuhan yang terjadi karena jika aktor intelektual ini tidak diungkapkan, dikhawatirkan kejadian seperti ini akan terulang kembali.

“Maka dari itu sangat penting dilakukan upaya penegakan hukum dan mengungkapkan pelaku intelektualnya,” ujar Mustiqal.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Selasa (13/10). Sekelompok massa dengan membawa senjata tajam mendatangi salah satu rumah ibadah dan melakukan pembakaran. Aparat keamanan disebut kesulitan mengatasi aksi massa.

Satu orang warga tewas sedangkan beberapa lainnya terluka, termasuk tentara. Di antara ketujuh orang yang terluka tersebut, enam berasal dari warga, sedangkan satu lainnya merupakan prajurit TNI. Seluruh korban telah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat.

Seratus lebih prajurit TNI dan polisi dikerahkan untuk menjaga agar situasi di Aceh Singkil tak kembali memanas.

(cnn/23)

Share This Post