Perampokan Terus Berulang, Pelaku Kenal Betul Seluk Beluk Perumahan GPI?

Perumahan Griya Paniki Indah di Kecamatan Mapanget, Kota Manado

Manadosiana.com, MANADO– Perampokan yang terjadi di rumah Camat Mapanget, Reyn Heydemans, yang terletak di Jalan Markisa Perumahan Griya Paniki Indah, Paniki Bawah Kecamatan Mapanget, Minggu 13 Januari 2019 dini hari tadi, membuat heboh.

Perampok berjumlah 4 orang dengan menggunakan penutup kepala serta senter berhasil membobol rumah pada pukuk 02.00 WITA dini hari, dan berhasil menggasak 1 unit sepeda motor, perhiasan, handphone dan uang tunai. Perampok, juga menyekap 6 orang penghuni rumah tersebut di dalam kamar.

Namun, yang justru menarik adalah kasus ini merupakan kasus kesekian kali terjadi di wilayah tersebut. Jalan Markisa sendiri berada di daerah elit GPI, dimana area ini sekompleks dengan Waterpark GPI dan merupakan akses jalan keluar menuju ringroad.

Pada bulan Desember 2018, 2 rumah di sekitaran rumah milik Camat Mapanget juga disatroni maling. Sebelumnya, masih di tahun 2018, daerah tersebut juga banyak dilaporkan. Juni 2018, Luciana pemilik rumah di Markisa juga melaporkan kebobolan maling. Juni tahun 2017 juga terdapat pencurian di wilayah tersebut, dengan Indra sebagai korban pemilik rumah.

Pencurian yang terjadi di daerah tersebut, mengindikasikan jika para pelaku adalah orang yang mengenal seluk beluk perumahan GPI. Apalagi, pembobolan di rumah Camat Mapanget baru-baru ini, para pelaku berani masuk ke rumah yang berpenghuni, serta mengenal nama salah satu anak milik korban.

“Sepertinya sudah kenal betul dengan wilayah (GPI) ini. Markisa itu rumah pemilik GPI ada disana. Ada waterpark dan rumah makan yang terus ada security yang berjaga-jaga. Pos satpam di pintu masuk ringroad juga dijaga. Tapi, daerah itu selalu saja kebobolan. Pasti, pelaku sudah mengenal betul sehingga sangat berani lakukan pencurian,” tutur sejumlah warga GPI yang mengaku prihatin dengan pencurian tersebut.

Carla, salah satu warga di daerah Markisa mengaku modus pelaku selalu sama, mencongkel jendela dan dilakukan pada malam hari. Salah satu yang membuat para pencuri berani menurut Carla, karena tidak adanya penerangan lampu jalan di wilayah itu.

“Mungkin kalau ada lampu jalan, orang berpikiran jahat juga sedikit takut, karena mudah kelihatan. Tapi, mungkin memang perumahan GPI tidak punya uang untuk pasang lampu jalan,” kata Carla.

Sekadar diinformasikan, pihak kepolisian sendiri tengah melakukan pengumpulan informasi terkait pencurian di GPI. Bahkan, Kapolres Kota Manado ikut turun melakukan olah TKP.

(tim manadosiana)

Share This Post