Pengasuh dan Staf IPDN Tampusu Ikut Jadi Korban Inul Vista

Manadosiana.com, MANADO – Pengasuh dan staf Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Tampusu Minahasa, ikut menjadi korban dalam kebakaran gedung karaoke Inul Vista, Minggu, 25 Oktober 2015 dini hari.

Kebakaran gedung karaoke milik pedangdut Inul Daratista di kawasan bisnis Megamas Manado ini, menelan korban 12 orang meninggal dunia dan belasan lainnya dirawat di rumah sakit.

Kepala Perpustakaan IPDN Kampus Tampusu, Piet Hein Pusung membenarkan 3 orang korban adalah pengasuh dan staf di kampus para praja pemerintahan di Indonesia tersebut.

“Benar ada 3 orang yakni 1 orang pengasuh atas nama Bilman Sumatupang, SSTP dan 2 orang staf yakni Brian Kaawoan dan Silvia Kaawoan,” kata Pusung, Minggu, 25 Oktober 2015.

Pusung mengatakan jika pada hari Sabtu memang semua kegiatan kampus libur, sehingga baik praja, pengasuh maupun staf bisa keluar kampus dengan izin.

“Semua civitas ikut berduka dengan kejadian ini. Apalagi ini adalah musibah yang juga banyak merenggut korban tak hanya dari kami yang di kampus IPDN. Kami mengucapkan ikut berduka untuk semua yang mengalami musibah ini,” kata Pusung.

Korban meninggal dunia di karaoke Inul Vistu diduga kuat kehabisan oksigen dan terpapar asap yang membuat mereka lemas. Pantauan Tempo, korban meninggal terlihat tidak mengalami luka bakar.

Menurut saksi mata, api berasal dari lantai 2 gedung karaoke Inul Vista. Sementara korban semuanya terjebak di lantai 3 tanpa ada peringatan alarm mengenai kebakaran yang telah terjadi.

“Kami tidak tahu kalau terjadi kebakaran. Tidak ada alarm dan listrik tidak padam. Beruntung saya keluar room dan melihat sudah ada api dan asap. Saya beritahu teman lain di room dan kita memecahkan kaca jendela dan turun menggunakan kain gorden,” kata Ifo, pengunjung yang berhasil menyelamatkan diri.

(tempo/23)

Share This Post