Dibandrol 80 Ribu, Oleh-Oleh Khas Minahasa Cap Tikus Siap Dipasarkan

Manadosiana.com, MANADO – Kabar gembira bagi para wisatawan. Minuman tradisional Minahasa yakni Cap Tikus kini sudah bisa menjadi oleh-oleh khas Sulawesi Utara (Sulut).

Diproduksi oleh PT Jobubu Jarum Minahasa yang berlokasi di Minahasa Selatan (Minsel) dibawah naungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspindo), Cap Tikus yang dikemas dalam botol berbentuk bulat berwarna coklat tua dengan isi 320 Mililiter lengkap dengan segel pita cukai yang sudah lolos uji di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manado dengan nomor register 170018001057 ini dibandrol dengan harga 80 ribu ini memiki kadar alkohol 45 persen.

“Ijinnya sudah lengkap. Pabrik kami resmi dibuka pada bulan November 2018 dan mulai berproduksi bulan Desember ini. Rencananya, tanggal 26 Desember 2018 kami akan lounching. Outlet baru satu. Dan itu kami akan buka di Bandar Udara Sam Ratulangi Manado,” ujar Manajer Marketing Born Legend Cap Tikus, Fajar Taufik Hidayat ketika diwawancara oleh manadosiana di Hotel Plaza Manado, Senin (24/12/2018).

“Untuk saat ini, pasokannya dari desa-desa di Minsel seperti di Tareran, Motoling dan nantinya kami akan membuka untuk pasokan cap tikus dari desa-desa lain yang ada di Sulut,” katanya.

Terkait dengan harga, Fajar mengungkapkan, harga tersebut sesuai value karena dalam memproses aren menjadi Cap Tikus dibutuhkan petani-petani yang memiliki keahlian. Saat ini Born Legend Cap Tikus belum diperjualbelikan di toko-toko ritel, namun menurut Fajar menjelaskan apabila ada ritel yang ingin menjualnya secara aman asalkan ritel tersebut harus memiliki regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah dan Aspindo.

“Apabila tidak memiliki ijin, kami tidak akan berikan produk ini. Untuk mengurus perijinan, silakan para pemilik ritel ke kantor Aspindo Sulut, ada kantornya di Bahu dan menayakan apa-apa saja syaratnya. Apabila pemilik ritel tidak memiliki waktu, silakan memberikan surat kuasa, nantinya petugas Aspindo yang akan mengurus dokumen perijinan secara kolektif ke bea cukai, ke pemda setempat sampai selesai dan sampai ritel tersebut bisa menjual produk kami secara aman. Akan tetapi sebelum mengurus semua perijinan, kami akan memberikan penyuluhan ke pemilik-pemilik ritel,” jelasnya.

Dengan adanya produk ini, Fajar berharap Pemerintah Provinsi Sulut, Pemerintah Kota Manado dapat merespon, karena kami ini bukan hanya bisnisman tapi kami juga mampu masuk dalam kepentingan pemerintah dan masyarakat khususnya para petani cap tikus.

“Kalau kita sama-sama berjiwa besar, dukung dan kita berjalan bersama dan tolong suport kami. Kita bangga punya produk ini, bisa dibawa dalam maupun luar negeri Jadikan ini sebagai salah satu prestasi Sulut ,” tandasnya. (eboy)

Share This Post