Ambruk, Jalan Tol Manado-Bitung Tewaskan 2 Orang Pekerja

Manadosiana.com, MINUT– Proyek pekerjaan Jalan Tol Manado-Bitung memakan korban 2 orang meninggal serta 15 orang lainnya mengalami luka-luka, setelah jembatan penghubung (Overpass) jalan Tol di Desa Tumaluntung, Kabupaten Minahasa Utara ambruk, Selasa 17 April 2018.

Panjang jembatan yang mencapai 72 meter dengan lebar 10 meter ini, memiliki dua bagian masing-masing dengan panjang 36 meter ini ambruk saat para pekerja tengah melakukan pengecoran plat penghubung. Akibatnya, para pekerja tak bisa melarikan diri dan tertimbun jembatan.

Proses evakuasi sendiri langsung dilakukan tak lama setelah kejadian sekira pukul 15.05 WITA, Selasa 17 April 2018. Sebanyak 14 korban berhasil langsung di evakuasi dari reruntuhan. Namun, ada 3 korban lainnya yang terjebak di dalam reruntuhan sehingga proses evakuasi baru selesai dilaksanakan Rabu 18 April 2018 sekira pukul 2 dini hari.

Sekira pukul 16.00 WITA, Moktar asal Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur, salah satu dari 3 korban yang terjepit berhasil di evakuasi. Dirinya selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sugeng Pranoto (36) asal Blitar orang kedua dari 3 orang yang terjepit berhasil dievakuasi sekitar pukul 22.30 Wita. Namun, kondisi korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Dadi dari Kediri menjadi korban terakhir yang bisa di evakuasi pada dini hari. Kondisinya pun sudah tidak bernyawa.

Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Manado Mochamad Arifin yang mengomandoi tim rescue dalam proses evakuasi menyebutkan proses evakuasi mencapai 10 jam karena medan yang sulit terutama untuk 3 korban terakhir yang berhasil di evakuasi.

“Untuk 2 korban meninggal, sejak sore memang sudah tidak ada komunikasi, artinya korban dalam keadaan kritis,” ujar Arifin.

Kapolres Minut Kombes Pol Alfaris Pattiwael mengatakan jumlah korban sebanyak 17 orang, 15 korban mengalami luka dan dirawat di SR Walanda Maramis dan 2 korban meninggal dunia.

Ke-17 korban tersebut masing-masing, Moktar Tarigin, Simon Mosi, Melki Sede, Iyan Sofyan, Agung Sudrajat, Catur Nugroho, Jainudin, Agus Hermawan, Agus Sofyan, Aziz Supratman, Dede Supriadi, Moktar, Deden Sofia, Agus Udioto, Aris Sudianto, Sugeng Pranoto (meninggal dunia) dan Dadi Ruhyadi (meninggal dunia).

Pihak PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika melalui Manager Proyek Bayu Hermawan dalam keterangan resminya mengatakan, bagian yang ambruk ada di bagian ujung kanan.

“Penyebab kecelakaan masih diidentifikasi. Yang pasti kami sudah melaksanakan tugas sesuai prosedur,” tutur Bayu.

 

(isa)

Share This Post