Tokoh Agama Imbau Masyarakat Sulut Jangan Terprovokasi Ajakan People Power

Manadosiana.com, MANADO – Tokoh agama Sulawesi Utara (Sulut) mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan terprovokasi dengan ajakan People Power pasca keputusan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Nasional pada Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) yang di rencanakan akan dilksanakan, Sabtu (25/5/2019).

Hal tersebut hanya ingin merusak persatuan dan kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dilansir dari cybersulut.net, menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI), KH Abdul Wahab Abdul Gofur, semua tahapan pemilu 2019 telah selesai serta berjalan aman dan lancar.

“Kita tinggal menunggu keputusan yang akan ditetapkan KPU RI nanti. Apapun yang akan diputuskan nanti harus kita terima,” kata KH Abdul Wahab Abdul Gofur saat ditemui CYBERSULUT.NET di kediamannya, Selasa
(14/5/2019).

Lanjut dia, bangsa Indonesia harus mencontohi demokrasi negara lain, dimana menerima apapun hasil dari Pemilu maupun Pilpres.

“Kita juga harus siap menerima kemenangan maupun kekalahan. Selanjutnya evaluasi apa yang menjadi kekurangan untuk diperbaiki dan dicoba kembali di masa mendatang,” ujar KH Abdul Gafur.

Dirinya pun dengan tegas menolak aksi yang menyalahkan KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Kalau ingin melakukan people power atau gerakan sejenisnya haruslah beradab, jangan sampai menghina orang bahkan Presiden, hingga berujung merusak keamanan dan kenyamanan bermasyarakat maupun bernegara,” kata KH Abdul Gafur.

Menurut dia, memasuki bulan puasa harusnya semua pihak khusus umat islam agar bisa menahan atau memuasakan diri.

“Puasa itu kan menahan panca indera, hati maupun hawa nafsu. Jadi kalau kita mengikuti ajakan people power, sebaiknya tak usah puasa,” ucapnya mengakhiri wawancara.

Terpisah, Ketua Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pendeta (Pdt) DR Hein Arina juga menekankan hal yang sama untuk bisa menerima hasil pemilu. Menurut Hein Arina, Gereja selalu sejalan dengan pemerintah dalam menjaga keutuhan NKRI

“Sikap gereja sudah sangat jelas, apapun hasil yang akan ditetapkan harus diterima karenasemua ini sudah berproses dan tak perlu diperpanjang lagi,” pungkas Pdt Hein Arina.(*/eboy)

Share This Post