Prihatin Atas Meninggalnya Ratusan KPPS, Sehan Minta Pemerintah Selidiki Penyebabnya

Manadosiana.com, MANADO – Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar  prihatin atas meninggalnya ratusan KPPS dan meminta kepada Pemerintah melalui instansi untuk melakukan penyelidikan penyebab kematian serta mengevaluasi kembali pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019.

“Sangat perihatin atas meninggalnya ratusan KPPS. Ini harus di antisipasi dan meminta kepada pemerintah untuk melakukan penyelidikan atas kematian para peyelenggara pemilu. Seharusnya, jangan langsung dikubur, harus di
otopsi dulu, cari tahu apa sih penyebabnya. Jangan semua beralasan kecapean, kalau kecapean, semua kecapean,” ujar Sehan Landjar, di Hotel Peninsula, Jumat (10/5/2019)

“Kalau menurut saya harusnya perlu evaluasi, ini tragedi, tidak boleh dianggap biasa. Tidak boleh hanya bilang bahwa mereka adalah pahlawan, tidak bisa. Dikasih santunan 30juta, itu tidak cukuplah, itu menyakitkan untuk keluarga,”

Sehan kepada Pemerintah agar mencari solusi untuk menyelesikan musibah tersebut.

“Ini harus dicarikan solusi. Ini benar-benar, karena mereka meninggal secara masiv begini, harus dicari tahu, saya khawatir sebagai manusia, jangan-jangan ini ada modus memang sengaja menghabiskan orang. Saya khawati, mohon maaf saya sedikit lari,” tegasnya.

Dirinya juga mengatakan, tragedi ini merupakan pertama kali dalam sejarah Pemilu di dunia.

“Karena sejarah bangsa ini, bahkan sejarah dunia, negara-negara bikin pemilihan dengan cara mereka, di Indonesia juga sejak tahun 1955, tidak ada kayak gini, mati-mati orang begini, tidak ada kok. Ini kan bencana nasional,” tukasnya.

“Saya sebagai anak bangsa merasa sangat perihatin, berduka, betapa dengan hanya berapa uang, yang dikasih kepada mereka, 500an ribua atau berapa pada saat pelaksanaan Pemilu, mereka itu harus jadi korban,” ujarnya kembali.

Sehan berharap, siapun yang jadi pemimpin harus mengusut sampai tuntas tragedi ini.

“Kita harus sadar. Siapun yang duduk menjadi presiden dan anggota legislatif, ingat, ini semuanya sudah memakan korban ratusan orang, ini mereka tidak boleh dianggap cuma sekedar pahlawan biasa. Benar-benar Ini mereka benar-benar habis hidupnya cuma karena pelaksanaan pilpres dan legislatif,” tuturnya seraya bersedih melihat foto almarhum Arya Mokodongan, Ketua PPK Kabupaten Bolaang Mongondow yang meninggal pada saat pelaksanaan Pemilu 2019.(eboy).

Share This Post